JEMPI mengatur penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk melindungi integritas akademik, kerahasiaan, transparansi, dan tanggung jawab manusia dalam publikasi ilmiah. Kebijakan ini berlaku bagi penulis, editor, dan reviewer serta diselaraskan dengan Pedoman Teknis Akreditasi Jurnal Ilmiah Tahun 2026.

1. AI Tidak Dapat Menjadi Penulis

Sistem AI, chatbot, large language model, dan alat otomatis lainnya tidak dapat dicantumkan sebagai penulis atau co-author karena tidak dapat memikul tanggung jawab atas akurasi, integritas, orisinalitas, dan akuntabilitas yang menjadi persyaratan seorang penulis.

2. Penggunaan AI oleh Penulis

Penulis dapat menggunakan alat berbantuan AI secara bertanggung jawab, tetapi penggunaan yang substantif harus diungkapkan apabila AI berkontribusi terhadap pembuatan teks, sintesis literatur, pemrograman, analisis data, pembuatan gambar, penerjemahan yang secara material memengaruhi substansi ilmiah, atau tugas penelitian dan penulisan substantif lainnya.

  • Penulis tetap bertanggung jawab penuh atas setiap bagian naskah yang dikirimkan, termasuk akurasi, orisinalitas, sitasi, interpretasi, bias, integritas data, dan kepatuhan terhadap etika penelitian.
  • Klaim, kutipan, referensi, data, dan interpretasi yang dihasilkan AI harus diverifikasi secara independen.
  • AI tidak boleh digunakan untuk membuat, memalsukan, memanipulasi, atau menyajikan secara keliru data, gambar, bukti, sitasi, partisipan, atau hasil penelitian.
  • Apabila AI menjadi bagian dari metode penelitian, naskah harus menjelaskan alat atau model yang digunakan, tujuan penggunaannya, versi atau tanggal akses yang relevan apabila diperlukan, prosedur, langkah validasi, serta keterbatasan penting.
  • Alat untuk pemeriksaan ejaan, tata bahasa, pemformatan referensi, atau penyuntingan bahasa dasar secara rutin umumnya tidak memerlukan pengungkapan, kecuali alat tersebut menghasilkan atau mengubah substansi ilmiah secara material.

3. Pernyataan Penggunaan AI oleh Penulis

Apabila terdapat penggunaan AI secara substantif, penulis wajib mencantumkan pernyataan dalam naskah. Contoh pernyataan yang dapat digunakan:

“Selama proses penyusunan naskah ini, penulis menggunakan [nama dan versi alat AI] untuk [tujuan]. Penulis telah meninjau, memverifikasi, dan menyunting hasil yang dihasilkan serta bertanggung jawab penuh atas isi publikasi.”

Apabila tidak terdapat penggunaan AI generatif atau alat berbantuan AI secara substantif, pernyataan penggunaan AI tidak diperlukan, kecuali diminta oleh editor.

4. Penggunaan AI oleh Editor

Editor harus menjaga kerahasiaan naskah dan tetap bertanggung jawab secara pribadi atas penilaian serta pengambilan keputusan editorial. Editor tidak diperkenankan mengunggah naskah yang bersifat rahasia, laporan reviewer, identitas penulis, atau data penelitian yang belum dipublikasikan ke sistem AI publik atau pihak ketiga apabila kerahasiaan dan penggunaan data tidak dapat dijamin.

  • AI tidak boleh mengambil, menentukan, atau menggantikan keputusan editorial.
  • AI tidak boleh digunakan untuk menghasilkan keputusan penerimaan atau penolakan sebagai pengganti pertimbangan editorial.
  • Apabila alat berbasis AI yang telah disetujui secara institusional dan memiliki keamanan yang memadai digunakan untuk dukungan administratif terbatas, editor tetap bertanggung jawab penuh atas hasilnya serta harus memastikan perlindungan terhadap kerahasiaan, privasi, dan integritas penelitian.

5. Larangan Penggunaan AI oleh Peer Reviewer

Reviewer dilarang menggunakan AI generatif atau sistem berbantuan AI untuk melakukan, menyusun, merangkum, mengevaluasi, atau menggantikan bagian apa pun dari proses peer review. Reviewer tidak diperkenankan mengunggah naskah yang dikirimkan, bagian naskah, gambar, tabel, data, formulir reviewer, atau materi review lainnya yang bersifat rahasia ke sistem AI.

Laporan peer review harus mencerminkan penilaian ilmiah, keahlian, dan evaluasi kritis reviewer sendiri. Apabila reviewer tidak dapat menyelesaikan proses review tanpa bantuan AI, reviewer harus menolak penugasan atau menghubungi editor.

6. Tidak Mengungkapkan, Penyalahgunaan, dan Tindakan Editorial

Penggunaan AI yang tidak diungkapkan, menyesatkan, bersifat fabrikasi, mengganggu kerahasiaan, atau tidak sesuai dengan kebijakan dapat mengakibatkan permintaan klarifikasi atau revisi, penolakan naskah, penghentian penugasan review, penerbitan koreksi, expression of concern, retraksi, atau tindakan editorial lain yang sesuai dengan tahap dan tingkat keseriusan kasus.